Pura Uluwatu adalah pura suci di atas tebing Desa Pecatu, Badung, Bali. Simak sejarah, tiket masuk, Tari Kecak, piodalan 2026 dan panduan berkunjung.
Bali, 8islandadventure.com - Pura Uluwatu adalah pura suci yang berada di atas tebing tinggi di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Tempat ini terkenal bukan hanya karena nilai spiritualnya, tetapi juga karena pemandangan Samudra Hindia dan pertunjukan Tari Kecak saat matahari terbenam.
Nama lain yang sering digunakan adalah Pura Luhur Uluwatu atau Pura Luhur Uluwatu Temple. Bagi wisatawan, kawasan ini menjadi salah satu tujuan wisata Uluwatu yang paling populer di Bali Selatan.
Selain menikmati pemandangan, pengunjung dapat mengenal sejarah pura, melihat arsitektur tradisional Bali, serta menyaksikan Tari Kecak yang digelar setiap hari. Sebelum datang, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui, mulai dari tiket, pakaian, aturan kawasan suci, sampai perilaku kera yang hidup di sekitar pura.
Pura Uluwatu Terletak di Kabupaten Mana?
Pura Uluwatu terletak di Kabupaten Badung, tepatnya di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Bali. Lokasinya berada di kawasan Bali bagian selatan dan termasuk salah satu destinasi utama di kawasan Uluwatu dan Pecatu.
Secara geografis, pura berada di atas tebing yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Posisi inilah yang membuat kawasan Pura Uluwatu mempunyai karakter pemandangan berbeda dibandingkan banyak pura lain di Bali.
Bagi wisatawan yang mencari Pura Uluwatu dimana, jawabannya adalah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Lokasi Pura Uluwatu
Secara administratif, lokasi Pura Uluwatu berada di:
- Desa: Pecatu
- Kecamatan: Kuta Selatan
- Kabupaten: Badung
- Provinsi: Bali
- Kawasan: Uluwatu, Bali Selatan
Dari pusat Denpasar, perjalanan menuju kawasan Uluwatu membutuhkan waktu sekitar satu jam atau lebih, tergantung kondisi lalu lintas.
Dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, perjalanan umumnya dapat ditempuh sekitar 45 menit hingga satu jam menggunakan kendaraan, tergantung kepadatan jalan.
Apa Itu Pura Uluwatu?
Pura Uluwatu adalah salah satu pura suci umat Hindu Bali yang memiliki kedudukan penting dalam tradisi keagamaan Bali. Pura ini juga dikenal dengan nama Pura Luhur Uluwatu dan termasuk dalam kelompok Pura Sad Kahyangan.
Nama Uluwatu berasal dari kata “ulu” yang dapat dimaknai sebagai ujung, atas, atau puncak, sedangkan “watu” berarti batu. Secara sederhana, Uluwatu dapat dimaknai sebagai tempat suci yang berada di puncak batu atau tebing.
Pura ini berdiri di kawasan tebing yang menjulang di atas Samudra Hindia. Pemerintah melalui data cagar budaya juga mencatat keberadaan situs Pura Luhur Uluwatu di Kabupaten Badung.
Mengapa Pura Uluwatu terkenal?
Ada beberapa alasan yang membuat Pura Uluwatu menjadi salah satu tempat yang sangat dikenal wisatawan.
Pertama adalah lokasinya yang berada di atas tebing dengan panorama laut terbuka. Kedua adalah nilai sejarah dan spiritualnya yang sangat kuat.
Daya tarik lainnya adalah Tari Kecak yang dipentaskan menjelang matahari terbenam. Kombinasi pura, tebing, laut, matahari terbenam, dan pertunjukan budaya membuat pengalaman di kawasan ini cukup berbeda dibandingkan destinasi wisata Bali lainnya.
Sejarah Pura Uluwatu
Sejarah Pura Uluwatu berkaitan dengan perkembangan agama Hindu di Bali serta tokoh-tokoh spiritual yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan keagamaan masyarakat Bali.
Namun, sejarah pendirian pura tidak hanya memiliki satu versi. Sejumlah sumber sejarah dan kebudayaan mengaitkan keberadaan awal Pura Uluwatu dengan Mpu Kuturan, sementara tradisi lainnya menghubungkannya dengan perjalanan spiritual Dang Hyang Nirartha.
Karena itu, pembahasan sejarah Pura Uluwatu perlu dibaca sebagai bagian dari tradisi sejarah dan kebudayaan Bali, bukan semata-mata berdasarkan satu cerita tunggal.
Peran Mpu Kuturan
Salah satu pendapat menyebut Pura Uluwatu telah ada sejak masa Mpu Kuturan.
Mpu Kuturan merupakan tokoh penting dalam perkembangan tata keagamaan Hindu di Bali. Sejumlah catatan kebudayaan menyebut beliau berperan dalam penataan kehidupan keagamaan dan pendirian berbagai tempat suci di Bali.
Data arkeologi di kawasan Pura Uluwatu juga menunjukkan adanya peninggalan yang diperkirakan berasal dari sekitar awal abad ke-11.
Salah satu tinggalan pentingnya adalah candi kurung atau gelung kori agung yang berada di kawasan utama pura.
Kaitannya dengan Dang Hyang Nirartha
Tokoh lain yang sangat erat dengan sejarah Pura Uluwatu adalah Dang Hyang Nirartha atau Dang Hyang Dwijendra.
Dalam tradisi Bali, Dang Hyang Nirartha dikenal sebagai seorang pendeta Hindu yang melakukan perjalanan spiritual ke berbagai wilayah Bali. Pura Uluwatu menjadi salah satu tempat yang dikaitkan dengan perjalanan spiritual tersebut.
Tradisi setempat juga meyakini Dang Hyang Nirartha mencapai moksa di kawasan Pura Luhur Uluwatu.
Cerita tersebut menjadi bagian penting dari nilai spiritual pura dan memperkuat posisi Uluwatu sebagai salah satu kawasan suci yang memiliki sejarah panjang.
Pura Luhur Uluwatu dan Statusnya sebagai Pura Sad Kahyangan
Pura Luhur Uluwatu memiliki kedudukan penting dalam sistem keagamaan Hindu Bali dan dikenal sebagai salah satu Pura Sad Kahyangan.
Istilah Sad Kahyangan mengacu pada enam pura utama yang memiliki kedudukan penting dalam tradisi keagamaan Hindu di Bali. Karena itu, Pura Uluwatu bukan sekadar objek wisata yang dibangun untuk wisatawan.
Bagi umat Hindu, kawasan ini merupakan tempat suci untuk melakukan persembahyangan dan berbagai kegiatan keagamaan.
Mengapa disebut Pura Luhur Uluwatu?
Kata “luhur” dalam konteks nama pura memiliki makna yang berkaitan dengan sesuatu yang tinggi, mulia, atau utama.
Nama Pura Luhur Uluwatu kemudian banyak digunakan dalam konteks keagamaan maupun pariwisata. Sementara wisatawan mancanegara lebih sering mengenalnya dengan istilah Uluwatu Temple.
Daya Tarik Pura Uluwatu
Daya tarik utama Pura Uluwatu bukan hanya bangunan puranya.
Kawasan ini memiliki perpaduan antara warisan budaya, lingkungan alam, tebing batu, laut, matahari terbenam, dan seni pertunjukan Bali. Karena itu, wisatawan biasanya membutuhkan waktu lebih dari sekadar beberapa menit untuk menikmati seluruh pengalaman di kawasan ini.
Pemandangan dari tebing menjadi salah satu alasan utama wisatawan datang, terutama menjelang sore. Pada waktu yang sama, kawasan mulai ramai karena pengunjung bersiap menyaksikan Tari Kecak.
Tebing dan panorama Samudra Hindia
Pura Uluwatu berdiri di atas tebing yang oleh Indonesia Travel disebut memiliki ketinggian sekitar 70 meter.
Dari atas tebing, pengunjung dapat melihat hamparan Samudra Hindia. Pada kondisi cuaca cerah, panorama laut terlihat sangat luas dan menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan.
Posisi pura yang berada di ujung tebing juga membuat matahari terbenam menjadi salah satu momen yang paling dicari.
Hutan dan kera di kawasan pura
Di sekitar pura terdapat kawasan hutan yang menjadi habitat kera ekor panjang.
Kera merupakan bagian dari lingkungan kawasan Pura Uluwatu, tetapi pengunjung tetap harus berhati-hati. Hewan tersebut dapat mengambil barang yang dianggap menarik seperti kacamata, topi, makanan, atau benda kecil lainnya.
Karena itu, jangan membawa makanan secara terbuka dan hindari mengganggu atau mencoba menyentuh kera.
Tari Kecak di Pura Uluwatu
Tari Kecak menjadi salah satu daya tarik paling populer di Pura Uluwatu.
Pertunjukan biasanya digelar di panggung terbuka di kawasan tebing dengan latar Samudra Hindia. Waktu pertunjukan bertepatan dengan sore menjelang malam sehingga penonton dapat menikmati suasana matahari terbenam.
Tari Kecak Pura Uluwatu mengangkat kisah Ramayana dan melibatkan puluhan penari laki-laki yang menghasilkan suara “cak” secara berirama.
Pura Uluwatu Kecak mulai jam berapa?
Pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu berlangsung setiap hari sekitar pukul 18.00 WITA.
Waktu tersebut menjadi salah satu alasan pertunjukan sangat diminati. Pengunjung bukan hanya datang untuk melihat tarian, tetapi juga mendapatkan latar matahari terbenam dari kawasan tebing.
Pintu masuk pertunjukan biasanya dibuka lebih awal. Pengunjung disarankan datang sebelum pukul 17.00 WITA agar memiliki waktu untuk masuk, mencari tempat duduk, dan menikmati suasana sekitar.
Berapa harga tiket Tari Kecak Pura Uluwatu?
Harga tiket pertunjukan yang tercantum dalam informasi pariwisata terbaru adalah sekitar:
- Dewasa: Rp150.000
- Anak-anak: Rp75.000
- Bayi: gratis pada informasi tarif tertentu
Tiket Tari Kecak berbeda dengan tiket masuk kawasan Pura Uluwatu.
Harga pertunjukan dapat berubah sehingga sebaiknya cek tarif terbaru sebelum membeli. Pada periode ramai, tiket pertunjukan juga berpotensi lebih cepat habis.
Cerita Tari Kecak Pura Uluwatu
Cerita yang dipentaskan berangkat dari kisah Ramayana.
Tokoh seperti Rama, Sinta, Rahwana, dan Hanoman menjadi bagian dari alur pertunjukan. Keunikan Tari Kecak terletak pada penggunaan suara kelompok penari sebagai unsur utama, bukan dominasi alat musik gamelan seperti pada sejumlah tari tradisional Bali lainnya.
Pementasan di Uluwatu kemudian memberikan pengalaman visual yang sangat kuat karena dilakukan di area terbuka dengan laut sebagai latar.
Tiket Masuk Pura Uluwatu
Tiket masuk Pura Uluwatu perlu dibedakan dari tiket pertunjukan Tari Kecak.
Informasi pariwisata terbaru mencantumkan tarif masuk kawasan untuk wisatawan domestik sekitar Rp40.000 bagi dewasa dan Rp30.000 bagi anak-anak. Namun, terdapat informasi resmi lain yang mencantumkan tarif berbeda, sehingga harga dapat berubah atau bergantung pada kategori dan ketentuan kunjungan.
Karena itu, jika kamu mencari tiket Pura Uluwatu 2026, jangan hanya mengandalkan angka dari artikel lama. Periksa tarif yang berlaku saat tiba di loket resmi.
Ringkasan biaya masuk
| Jenis | Perkiraan tarif |
|---|---|
| Tiket masuk dewasa domestik | Sekitar Rp40.000 |
| Tiket masuk anak domestik | Sekitar Rp30.000 |
| Tari Kecak dewasa | Sekitar Rp150.000 |
| Tari Kecak anak | Sekitar Rp75.000 |
| Parkir | Mengikuti tarif yang berlaku di lokasi |
Tarif di atas dapat berubah dan sebaiknya dipandang sebagai panduan, bukan harga yang dijamin berlaku setiap hari.
Jika kamu ingin menonton Tari Kecak, siapkan anggaran terpisah karena tiket pertunjukan tidak otomatis termasuk dalam tiket masuk kawasan pura.
Jam Buka Pura Uluwatu
Pura Uluwatu secara umum dapat dikunjungi setiap hari sekitar pukul 07.00 sampai 19.00 WITA untuk aktivitas wisata.
Namun, waktu terbaik berkunjung tergantung tujuan kamu.
Jika ingin lebih leluasa menikmati kawasan tanpa terlalu ramai, datang lebih pagi. Jika tujuan utama adalah melihat matahari terbenam dan Tari Kecak, datang pada sore hari.
Waktu terbaik ke Pura Uluwatu
Pagi cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana kawasan dengan lebih tenang.
Sore menjadi pilihan paling populer karena mendekati waktu sunset dan Tari Kecak. Namun, waktu tersebut juga biasanya lebih ramai.
Jika memilih datang sore, sebaiknya jangan tiba tepat ketika pertunjukan akan dimulai. Berikan waktu untuk parkir, berjalan menuju area pertunjukan, dan mencari tempat duduk.
Piodalan Pura Uluwatu 2026
Piodalan atau pujawali merupakan bagian penting dari kegiatan keagamaan di Pura Luhur Uluwatu.
Pada 2026, Pura Luhur Uluwatu menyelenggarakan rangkaian Karya Padudusan Agung dan Balik Sumpah Agung. Pemerintah Kabupaten Badung mencatat puncak rangkaian tersebut berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026.
Rangkaian upacara tersebut bukan sekadar acara wisata. Kegiatan ini merupakan bagian dari ritual keagamaan yang melibatkan umat Hindu dan masyarakat adat Pecatu.
Kapan piodalan di Pura Uluwatu?
Puncak piodalan atau pujawali dalam rangkaian besar 2026 berlangsung pada 7 Juli 2026.
Rangkaian kegiatan sudah dimulai sebelumnya dan berlanjut hingga sekitar 14 Juli 2026. Pada masa tersebut, jumlah pemedek atau umat yang datang untuk melakukan persembahyangan sangat besar.
Pemerintah Kabupaten Badung mencatat jumlah pemedek pada periode tertentu dapat mencapai puluhan ribu orang dalam sehari.
Karena sekarang sudah September 2026, rangkaian piodalan besar tersebut telah selesai.
Piodalan Pura Uluwatu 2026 untuk wisatawan
Jika kamu datang ke Uluwatu ketika sedang berlangsung upacara keagamaan, jangan menganggap kegiatan tersebut sebagai pertunjukan wisata.
Pengunjung harus menghormati aktivitas persembahyangan, mengikuti arahan petugas dan pengempon pura, serta tidak mengganggu jalannya ritual.
Akses ke bagian tertentu juga dapat dibatasi selama upacara berlangsung.
Cara Menuju Pura Uluwatu
Pura Uluwatu dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi, mobil sewaan, taksi, maupun layanan transportasi lainnya.
Rute paling umum adalah menuju kawasan Pecatu melalui jaringan jalan utama Bali Selatan kemudian mengikuti petunjuk menuju Uluwatu.
Jika berangkat dari Bandara Ngurah Rai, perjalanan biasanya memerlukan sekitar 45 menit sampai satu jam, tergantung lalu lintas.
Dari Kuta ke Pura Uluwatu
Dari kawasan Kuta, perjalanan menuju Uluwatu umumnya membutuhkan sekitar 45 menit atau lebih.
Waktu tempuh dapat meningkat pada sore hari karena kawasan Bali Selatan cukup padat, terutama ketika banyak wisatawan bergerak menuju destinasi sunset.
Dari Seminyak ke Pura Uluwatu
Jika berangkat dari Seminyak, waktu perjalanan juga dapat berada di kisaran satu jam atau lebih tergantung kondisi jalan.
Sebaiknya gunakan waktu perjalanan sebagai perkiraan, bukan jadwal pasti.
Perubahan lalu lintas kawasan Uluwatu
Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Badung menetapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Pecatu-Uluwatu sebagai kebijakan permanen setelah uji coba dinilai membantu mengurangi kepadatan.
Artinya, rute dan arus kendaraan yang kamu temui dapat berbeda dari pengalaman wisatawan beberapa tahun sebelumnya.
Jika berkunjung pada sore hari, berikan waktu tambahan untuk perjalanan.
Aturan Berkunjung ke Pura Uluwatu
Pura Uluwatu merupakan tempat suci sehingga wisatawan harus memperlakukan kawasan ini berbeda dari objek wisata biasa.
Pengunjung perlu mengenakan pakaian yang sopan dan menggunakan sarung serta selendang ketika memasuki area yang ditentukan.
Pakaian ke Pura Uluwatu
Gunakan pakaian yang menutup tubuh dengan pantas.
Jika kamu tidak membawa sarung atau selendang, biasanya tersedia perlengkapan yang dapat digunakan pengunjung di area masuk.
Selain pakaian, perhatikan juga alas kaki karena sebagian area dapat memiliki permukaan yang tidak rata.
Barang yang perlu diamankan
Kawasan Uluwatu memiliki kera sehingga barang pribadi perlu diamankan.
Sebaiknya:
- Simpan kacamata dengan aman.
- Jangan memegang makanan di tempat terbuka.
- Hindari membawa barang kecil yang mudah ditarik.
- Jangan meninggalkan tas tanpa pengawasan.
- Jangan mencoba memberi makan kera.
- Jangan mengejar atau menyentuh kera.
Jika kera mengambil barang kamu, jangan mencoba merebutnya secara paksa. Mintalah bantuan petugas kawasan.
Gambar Pura Uluwatu
Gambar Pura Uluwatu paling banyak menampilkan bangunan pura di atas tebing, gerbang tradisional Bali, panorama laut, dan suasana matahari terbenam.
Pemandangan dari tebing menjadi salah satu objek fotografi utama karena memperlihatkan hubungan antara arsitektur pura dan bentang alam pesisir selatan Bali.
Jika ingin mengambil foto, pilih waktu sore menjelang sunset. Namun, jangan mengorbankan keselamatan hanya untuk mendapatkan foto dari tepi tebing.
Pura Luhur Uluwatu Photos
Foto Pura Luhur Uluwatu biasanya menampilkan beberapa elemen yang menjadi ciri khas kawasan, seperti:
- Tebing yang menghadap Samudra Hindia.
- Bangunan dan gerbang tradisional Bali.
- Pura di kawasan tebing.
- Matahari terbenam.
- Tari Kecak.
- Hutan di sekitar pura.
- Kera ekor panjang.
Untuk penggunaan foto di artikel komersial, pastikan gambar memiliki izin penggunaan yang jelas atau gunakan foto yang memang berlisensi untuk publikasi.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Berkunjung?
Untuk sekadar melihat kawasan pura dan menikmati panorama, sekitar satu sampai dua jam dapat menjadi waktu yang cukup.
Jika kamu ingin menonton Tari Kecak sekaligus menikmati sunset, sebaiknya sediakan sekitar tiga jam atau lebih.
Waktu tersebut memberi ruang untuk perjalanan dari parkir, menikmati kawasan, mencari tempat duduk, menyaksikan pertunjukan, dan keluar dari area setelah acara selesai.
Pada musim liburan, waktu yang dibutuhkan dapat lebih panjang karena antrean dan kepadatan kendaraan.
Tips Berkunjung ke Pura Uluwatu
Ada beberapa hal sederhana yang dapat membuat perjalanan lebih nyaman.
Datang lebih awal
Jika ingin menonton Tari Kecak, jangan datang beberapa menit sebelum pertunjukan dimulai.
Datang sekitar satu jam sebelumnya memberikan waktu untuk memasuki kawasan dan mencari posisi yang nyaman.
Gunakan pakaian sopan
Ingat bahwa Pura Uluwatu merupakan tempat suci.
Hormati aturan berpakaian dan petunjuk petugas selama berada di kawasan pura.
Jangan terlalu dekat dengan tebing
Panorama laut memang menarik, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas.
Jangan berdiri di tempat yang terlalu dekat dengan bibir tebing hanya untuk mendapatkan foto.
Perhatikan kondisi cuaca
Hujan, angin, dan kondisi laut dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan.
Jika cuaca terlihat buruk, utamakan keselamatan daripada memaksakan aktivitas di area terbuka.
Amankan barang dari kera
Ini menjadi salah satu tips terpenting ketika berkunjung ke Uluwatu.
Simpan barang kecil dan makanan dengan baik. Jangan membuat gerakan yang dapat dianggap sebagai ajakan bermain atau ancaman terhadap kera.
Apakah Pura Uluwatu Cocok untuk Anak-anak?
Pura Uluwatu dapat dikunjungi bersama keluarga, tetapi orang tua perlu memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak.
Area tebing, tangga, kerumunan, dan keberadaan kera membuat pengawasan tetap diperlukan.
Jangan membiarkan anak berlari mendekati pagar atau area yang memiliki risiko jatuh. Pastikan mereka juga memahami bahwa kera bukan hewan yang boleh didekati atau diberi makan sembarangan.
Perbedaan Pura Uluwatu dan Wisata Uluwatu
Istilah Pura Uluwatu merujuk secara spesifik pada pura dan kawasan di sekitarnya.
Sementara wisata Uluwatu memiliki cakupan lebih luas.
Kawasan Uluwatu dan Pecatu memiliki berbagai destinasi lain seperti pantai, tempat surfing, restoran, beach club, sunset point, dan objek wisata budaya.
Karena itu, jika kamu membuat itinerary Bali Selatan, Pura Uluwatu dapat menjadi salah satu tujuan dalam satu hari bersama destinasi lain di kawasan Pecatu dan sekitarnya.
Apakah Pura Uluwatu Sama dengan Uluwatu Temple?
Ya, Pura Uluwatu dan Uluwatu Temple pada dasarnya merujuk pada tempat yang sama.
Pura Uluwatu atau Pura Luhur Uluwatu merupakan penyebutan yang umum digunakan di Indonesia, sedangkan Uluwatu Temple lebih banyak digunakan dalam konteks bahasa Inggris dan pariwisata internasional.
Istilah Pura Luhur Uluwatu juga banyak digunakan dalam konteks keagamaan dan pemerintahan daerah.
Pura Uluwatu dalam Bahasa Inggris
Jika kamu mencari sejarah Pura Uluwatu dalam bahasa Inggris, nama yang paling umum digunakan adalah Uluwatu Temple atau Luhur Uluwatu Temple.
Secara sederhana, deskripsi bahasa Inggrisnya dapat dijelaskan sebagai berikut:
“Uluwatu Temple, also known as Pura Luhur Uluwatu, is a sacred Hindu temple located on a cliff in Pecatu, South Kuta, Badung Regency, Bali. The temple overlooks the Indian Ocean and is famous for its sunset views and daily Kecak dance performances.”
Terjemahan tersebut menjelaskan identitas, lokasi, fungsi, dan daya tarik utama Pura Uluwatu secara ringkas.
Apakah Pura Uluwatu Layak Dikunjungi?
Pura Uluwatu layak masuk dalam itinerary jika kamu ingin menggabungkan wisata budaya dengan panorama alam.
Daya tariknya bukan hanya bangunan pura, tetapi keseluruhan pengalaman berada di kawasan tebing yang menghadap Samudra Hindia.
Bagi wisatawan yang menyukai sunset, fotografi, budaya Bali, dan pertunjukan seni, kawasan ini menawarkan beberapa pengalaman dalam satu kunjungan.
Namun, bagi pengunjung yang mengharapkan suasana pantai untuk berenang, Pura Uluwatu bukan tujuan utama. Karakter tempatnya lebih kuat sebagai kawasan budaya, spiritual, tebing, dan panorama laut.
Kesimpulan
Pura Uluwatu adalah salah satu pura suci penting di Bali yang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Pura Luhur Uluwatu dikenal karena nilai spiritual dan sejarahnya, sekaligus menjadi salah satu tujuan wisata Uluwatu paling populer.
Daya tarik utama Pura Uluwatu adalah lokasi di atas tebing sekitar 70 meter, panorama Samudra Hindia, sunset, lingkungan hutan dengan kera, serta Tari Kecak yang berlangsung setiap hari.
Untuk tiket masuk, informasi terbaru menunjukkan tarif domestik sekitar Rp40.000 untuk dewasa dan Rp30.000 untuk anak pada salah satu informasi pariwisata resmi, tetapi terdapat perbedaan tarif pada materi resmi lainnya. Karena itu, cek harga yang berlaku di loket ketika berkunjung dan ingat bahwa tiket Tari Kecak dibeli secara terpisah.
Sementara itu, piodalan Pura Uluwatu 2026 dalam rangkaian Karya Padudusan Agung dan Balik Sumpah Agung mencapai puncak pada 7 Juli 2026. Karena kunjungan dalam artikel ini berada pada September 2026, rangkaian tersebut sudah selesai.
Jika kamu berencana datang, waktu terbaik untuk pengalaman lengkap adalah sore hari sebelum sunset. Datang lebih awal, gunakan pakaian sopan, patuhi aturan kawasan suci, jaga barang dari kera, dan jangan mengambil risiko di area tebing hanya demi mendapatkan foto.
FAQ Pura Uluwatu
Pura Uluwatu terletak di kabupaten mana?
Pura Uluwatu terletak di Kabupaten Badung, tepatnya Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Bali.
Pura Uluwatu dimana?
Pura Uluwatu berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, di kawasan Bali Selatan.
Pura Uluwatu adalah pura apa?
Pura Uluwatu atau Pura Luhur Uluwatu merupakan pura suci umat Hindu Bali dan dikenal sebagai salah satu Pura Sad Kahyangan.
Pura Uluwatu buka jam berapa?
Kawasan Pura Uluwatu untuk kunjungan wisata umumnya buka sekitar pukul 07.00 sampai 19.00 WITA. Ketentuan dapat berubah saat ada kegiatan keagamaan.
Pura Uluwatu tiket masuk berapa?
Informasi pariwisata terbaru mencantumkan tiket domestik sekitar Rp40.000 untuk dewasa dan Rp30.000 untuk anak. Karena terdapat perbedaan informasi tarif pada materi yang tersedia, cek harga terbaru di loket saat berkunjung.
Tiket Tari Kecak Pura Uluwatu berapa?
Harga pertunjukan Tari Kecak yang tercantum dalam informasi pariwisata terbaru sekitar Rp150.000 untuk dewasa dan Rp75.000 untuk anak. Tiket pertunjukan berbeda dari tiket masuk kawasan pura.
Pura Uluwatu Kecak jam berapa?
Tari Kecak di Pura Uluwatu berlangsung setiap hari sekitar pukul 18.00 WITA.
Kapan piodalan Pura Uluwatu 2026?
Puncak rangkaian Karya Padudusan Agung dan Balik Sumpah Agung di Pura Luhur Uluwatu berlangsung pada 7 Juli 2026. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut hingga sekitar 14 Juli 2026.
Apakah Pura Uluwatu sama dengan Uluwatu Temple?
Ya. Uluwatu Temple merupakan istilah bahasa Inggris yang merujuk pada Pura Uluwatu atau Pura Luhur Uluwatu.
Apakah Pura Uluwatu cocok untuk wisata keluarga?
Bisa, tetapi anak-anak harus diawasi karena terdapat tebing, tangga, kerumunan, dan kera di kawasan pura.
Apa yang harus dipakai saat ke Pura Uluwatu?
Gunakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan ketentuan kawasan suci. Pengunjung juga perlu menggunakan sarung dan selendang ketika memasuki area yang diwajibkan.
Apakah Pura Uluwatu memiliki kera?
Ya. Kawasan sekitar pura merupakan habitat kera ekor panjang. Pengunjung harus menjaga barang bawaan dan tidak memberikan makanan atau mencoba menyentuh kera.
Kapan waktu terbaik mengunjungi Pura Uluwatu?
Sore hari menjadi waktu yang populer karena pengunjung dapat menikmati panorama sunset sekaligus menyaksikan Tari Kecak. Namun, datang lebih awal agar tidak terburu-buru dan memiliki kesempatan mendapatkan tempat yang nyaman.
Apakah Pura Uluwatu aman?
Kawasan wisata memiliki fasilitas dan pengaturan pengunjung, tetapi tebing dan kera tetap memiliki risiko. Ikuti aturan, jangan mendekati bibir tebing, dan amankan barang pribadi.