Mola Mola Nusa Penida menjadi salah satu daya tarik penyelaman di Bali. Kenali musim kemunculan, lokasi terbaik, ukuran, makanan, fakta telur, dan alasan ikan ini unik.
Bali, 8islandadventure.com - Mola Mola Nusa Penida merupakan sebutan populer untuk ikan matahari raksasa yang kerap dijumpai di perairan sekitar Nusa Penida, Bali. Ikan ini terkenal karena ukurannya yang bisa mencapai lebih dari 3 meter, bentuk tubuhnya yang sangat unik, serta kemunculannya secara musiman di sejumlah lokasi penyelaman.
Bagi wisatawan dan penyelam, periode sekitar Juli hingga Oktober menjadi salah satu waktu yang banyak diburu untuk melihat mola di Nusa Penida. Indonesia Travel juga mencatat ikan mola-mola lebih sering terlihat di kawasan Nusa Penida pada periode tersebut, sementara kondisi perairan yang lebih dingin berkaitan dengan kemunculannya di area penyelaman.
Namun, ada fakta menarik di balik nama tersebut. Ikan yang selama bertahun-tahun disebut Mola Mola oleh penyelam di Bali kini lebih banyak diidentifikasi secara ilmiah sebagai Mola alexandrini atau giant sunfish. Lalu, seberapa besar ikan ini, apakah benar bisa menghasilkan ratusan juta telur, apakah ikan mola mola gampang mati, dan apakah ikan tersebut boleh dimakan? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Mola Mola Nusa Penida?
Mola Mola Nusa Penida adalah sebutan populer untuk ikan matahari atau sunfish yang menjadi salah satu satwa laut paling ikonik di perairan sekitar Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Bali.
Secara umum, sunfish termasuk dalam famili Molidae. Bentuk tubuhnya sangat berbeda dari kebanyakan ikan karena memiliki badan pipih dan bulat, mulut kecil, sirip punggung serta sirip anal yang besar, dan tidak mempunyai ekor seperti ikan pada umumnya. Bagian belakang tubuhnya digantikan struktur yang disebut clavus.
Nama “mola” sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti batu giling. Sebutan tersebut berkaitan dengan bentuk tubuhnya yang bulat dan pipih.
Mola Mola Nusa Penida Sebenarnya Spesies Apa?
Ini menjadi salah satu fakta paling menarik tentang ikan matahari di Bali.
Selama bertahun-tahun, ikan yang terlihat di perairan Nusa Penida disebut Mola mola. Namun, penelitian morfologi dan genetik menunjukkan bahwa ikan yang paling sering dijumpai penyelam di Nusa Penida dan terumbu Bali merupakan Mola alexandrini.
Studi tentang populasi mola di Nusa Penida menunjukkan bahwa perjumpaan penyelam di kawasan tersebut hampir seluruhnya merupakan Mola alexandrini. Penelitian tersebut juga mencatat beberapa rekaman spesies sunfish lain, tetapi tidak menemukan bukti kuat bahwa Mola mola merupakan spesies yang umum ditemui di lokasi penyelaman Bali.
Karena istilah “mola mola” sudah sangat populer di kalangan wisatawan, operator diving dan pencarian internet, istilah tersebut tetap banyak digunakan untuk menyebut ikan matahari raksasa di Nusa Penida.
Jadi, dalam artikel ini istilah Mola Mola Nusa Penida digunakan mengikuti istilah populer wisatawan, sedangkan nama ilmiah populasi yang umum ditemui di kawasan tersebut lebih tepat disebut Mola alexandrini.
Mola Mola Bali: Mengapa Terkenal di Nusa Penida?
Mola mola Bali menjadi populer karena Nusa Penida merupakan salah satu kawasan penyelaman yang terkenal dengan kemunculan ikan matahari raksasa.
Perairan di sekitar Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan memiliki ekosistem laut yang kaya, termasuk terumbu karang, ikan pelagis dan sejumlah satwa laut berukuran besar. Indonesia Travel juga memasukkan Nusa Penida sebagai salah satu lokasi penyelaman di Bali yang terkenal dengan peluang melihat mola dan pari manta.
Ikan matahari yang berukuran besar biasanya tidak sekadar terlihat secara kebetulan di dekat pantai. Banyak perjumpaan terjadi ketika penyelam berada di lokasi yang sesuai dengan habitat dan pola aktivitas ikan tersebut.
Mengapa Nusa Penida Cocok untuk Melihat Mola?
Salah satu faktor penting adalah karakter perairan Nusa Penida yang dipengaruhi massa air lebih dingin dan fenomena upwelling musiman.
Studi tentang giant sunfish di Nusa Penida menyebut keberadaan mola kemungkinan berkaitan dengan upwelling air dingin musiman di sepanjang pesisir selatan Bali dan pulau-pulau di sekitarnya. Namun, penelitian juga menegaskan bahwa pola kemunculan musiman ikan ini belum sepenuhnya dipahami.
Artinya, kemunculan mola bukan sekadar mengikuti kalender secara pasti. Kondisi laut, suhu air, arus, makanan dan faktor ekologis lainnya juga berpengaruh.
Mola Mola Bali Season, Kapan Waktu Terbaik Melihatnya?
Mola mola Bali season umumnya dikaitkan dengan periode Juli sampai Oktober.
Indonesia Travel menyebut ikan mola-mola lebih sering terlihat di Nusa Penida pada Juli hingga Oktober. Sementara beberapa informasi lokasi penyelaman di kawasan tersebut juga menempatkan periode sekitar Juli sampai September sebagai musim ketika air menjadi lebih dingin dan peluang melihat mola meningkat.
Karena itu, jika tujuan utama perjalananmu adalah mencari mola, periode Juli-Oktober dapat menjadi pertimbangan utama.
Tetapi perlu diingat bahwa “musim mola” bukan berarti ikan tersebut pasti muncul setiap kali kamu menyelam. Satwa liar tidak mengikuti jadwal wisatawan.
Mengapa Mola Lebih Sering Terlihat Saat Air Dingin?
Mola melakukan perpindahan vertikal dan dapat menyelam ke kedalaman untuk mencari makanan. Setelah berada di perairan yang lebih dingin, ikan ini dapat kembali ke lapisan air yang lebih hangat untuk membantu mengatur suhu tubuhnya.
Pada Mola mola, penelitian menunjukkan ikan dapat melakukan penyelaman berulang ke bawah lapisan termoklin untuk mencari makanan. Setelah itu, aktivitas di dekat permukaan dapat membantu proses pemanasan kembali.
Di Nusa Penida, kondisi laut yang lebih dingin pada musim tertentu berkaitan dengan fenomena upwelling. Hal inilah yang diduga ikut memengaruhi keberadaan mola di sekitar lokasi penyelaman.
Di Mana Bisa Melihat Mola Mola Nusa Penida?
Salah satu lokasi paling terkenal untuk mencari Mola Mola Nusa Penida adalah Crystal Bay.
Crystal Bay merupakan lokasi snorkeling dan penyelaman di Nusa Penida yang dikenal memiliki keanekaragaman biota laut. Indonesia Travel memasukkannya sebagai salah satu lokasi penyelaman utama di Nusa Penida, sementara informasi lokasi penyelaman juga mencatat mola sebagai salah satu satwa yang dapat ditemukan di area tersebut.
Selain Crystal Bay, beberapa lokasi penyelaman di sekitar Nusa Penida dan Nusa Lembongan juga memiliki catatan perjumpaan dengan sunfish.
Crystal Bay
Crystal Bay menjadi salah satu lokasi yang paling sering dikaitkan dengan pencarian mola di Bali.
Lokasi ini berada di Teluk Penida dan dikenal karena kejernihan air serta kondisi terumbu karangnya. Di lokasi tertentu, mola dapat dijumpai ketika melakukan aktivitas pembersihan oleh ikan-ikan kecil.
Beberapa sumber penyelaman mencatat mola dapat terlihat di Crystal Bay terutama ketika air menjadi lebih dingin pada musim tertentu.
Mola Mola Nusa Lembongan
Mola mola Nusa Lembongan juga menjadi istilah yang banyak digunakan wisatawan karena Nusa Lembongan berada dalam kawasan perairan yang terhubung dengan Nusa Penida.
Beberapa lokasi penyelaman di sekitar Nusa Lembongan juga mempunyai catatan keberadaan sunfish. Salah satunya Blue Corner, yang dikenal sebagai lokasi drift dive dengan arus yang dapat cukup kuat dan peluang melihat mola pada periode air lebih dingin.
Karena kondisi arus di sejumlah titik bisa kuat dan berubah, aktivitas diving sebaiknya dilakukan bersama operator profesional yang memahami karakter lokasi.
Seberapa Besar Ikan Mola Mola?
Ikan matahari terkenal karena ukurannya yang luar biasa besar.
Untuk spesies Mola mola, FishBase mencatat panjang maksimum yang dipublikasikan mencapai sekitar 333 cm dengan berat maksimum sekitar 1,3 ton.
Namun, terdapat perbedaan penting jika pembahasan diarahkan pada Mola alexandrini, spesies yang banyak ditemukan di Nusa Penida.
FishBase mencatat Mola alexandrini dapat mencapai panjang sekitar 330 cm dengan berat maksimum yang dipublikasikan hingga sekitar 2,3 ton.
Penelitian dan sumber museum Australia juga mencatat giant sunfish dapat tumbuh lebih dari 3 meter dan memiliki berat lebih dari 2.000 kilogram.
Jadi, ketika orang menyebut “ikan mola mola terbesar”, perlu dilihat terlebih dahulu spesies yang dimaksud.
Apakah Mola Mola Ikan Bertulang Terbesar?
Sunfish termasuk kelompok ikan bertulang sejati dan dikenal sebagai salah satu ikan bertulang terbesar di dunia.
Untuk Mola mola, FishBase mencatatnya sebagai ikan bertulang dengan bobot sangat besar, sedangkan Mola alexandrini memiliki catatan ukuran yang bahkan lebih besar. Kajian keluarga Molidae juga menyebut kelompok ocean sunfish mencakup ikan bertulang terbesar dan terberat di dunia.
Keunikan lainnya terletak pada struktur tubuhnya.
Mola tidak mempunyai ekor seperti ikan biasa. Struktur clavus yang berada di bagian belakang tubuh menggantikan fungsi ekor dan bekerja bersama sirip dorsal serta sirip anal untuk menghasilkan gerakan.
Apa Makanan Ikan Mola Mola?
Ikan mola mola sering dikaitkan dengan ubur-ubur karena hewan tersebut memang termasuk bagian dari makanannya.
Namun, anggapan bahwa mola hanya memakan ubur-ubur tidak sepenuhnya tepat.
Data biologi Mola mola menunjukkan bahwa ikan ini dapat memakan ubur-ubur, zooplankton, ikan, moluska, krustasea dan beberapa organisme laut lainnya.
Penelitian menggunakan DNA barcoding juga menunjukkan pola makanan sunfish jauh lebih beragam daripada anggapan lama bahwa ikan ini hanya memakan organisme gelatin seperti ubur-ubur.
Mengapa Mola Sering Berada di Cleaning Station?
Salah satu perilaku menarik mola adalah mengunjungi cleaning station.
Di lokasi tersebut, ikan-ikan kecil membantu memakan atau membersihkan parasit dari permukaan tubuh mola.
Perilaku ini menjadi salah satu alasan penyelam dapat melihat mola relatif dekat dengan terumbu pada lokasi tertentu.
Namun, kedekatan tersebut tidak berarti penyelam boleh mengejar, menyentuh atau menghalangi pergerakannya.
Ikan Mola Mola Sekali Bertelur Berapa Butir?
Pertanyaan tentang ikan mola mola sekali bertelur berapa butir memang menarik karena sunfish dikenal memiliki kemampuan reproduksi yang luar biasa.
FishBase mencatat estimasi sekitar 300 juta telur pada seekor betina Mola mola berukuran sekitar 1,5 meter. Angka tersebut merupakan salah satu estimasi jumlah telur terbesar yang pernah dicatat untuk spesies ini.
Penelitian lain juga menyebut estimasi sekitar 300 juta telur pada Mola mola. Ukuran telurnya sangat kecil, dengan rata-rata diameter sekitar 0,13 mm.
Namun, ada hal yang perlu diluruskan.
Angka 300 juta tidak seharusnya dipahami sebagai angka pasti yang selalu dikeluarkan setiap kali ikan bertelur. FishBase mencatat perkembangan oosit pada ovarium dalam beberapa tahap dan mengindikasikan kemungkinan pola multiple spawning.
Jadi, 300 juta lebih tepat disebut sebagai estimasi fekunditas atau jumlah telur yang dapat dimiliki/dihasilkan, bukan angka pasti untuk setiap peristiwa pemijahan.
Mengapa Ikan Mola Mola Tidak Punah Padahal Telurnya Banyak?
Jumlah telur yang sangat besar merupakan salah satu strategi reproduksi.
Sebagian besar telur dan larva ikan di alam tidak akan bertahan hingga dewasa karena menghadapi predator, perubahan lingkungan, keterbatasan makanan dan berbagai tekanan lainnya.
Dengan menghasilkan jumlah telur yang sangat banyak, peluang sebagian kecil keturunan untuk bertahan hidup menjadi lebih besar.
Mola juga mengalami perubahan ukuran yang ekstrem selama pertumbuhannya. Penelitian mencatat larva sunfish yang sangat kecil dapat berkembang menjadi ikan dengan massa tubuh luar biasa besar.
Ikan Mola Mola Gampang Mati, Benarkah?
Pernyataan “ikan mola mola gampang mati” perlu dilihat dalam konteks.
Mola bukan ikan yang secara sederhana bisa disebut mudah mati. Di habitat alaminya, ikan ini mampu melakukan perjalanan, menyelam ke kedalaman dan bertahan dalam lingkungan laut yang berubah.
Yang benar, sunfish memiliki tantangan tertentu ketika berhadapan dengan manusia dan lingkungan yang tidak sesuai.
FishBase mencatat Mola mola tidak beradaptasi dengan baik di lingkungan penangkaran. Spesies ini juga memiliki kerentanan tinggi terhadap aktivitas perikanan sebagai hasil tangkapan sampingan.
Kajian IUCN terhadap kelompok ocean sunfish juga menyoroti persoalan bycatch dan kurangnya data mengenai beberapa aspek kehidupan serta populasi satwa ini.
Mengapa Mola Bisa Terlihat Diam?
Perilaku mola yang terlihat seperti mengambang atau berjemur sering membuat orang mengira ikan ini sedang lemah.
Padahal, sunfish dapat berenang secara aktif dan melakukan pergerakan terarah.
FishBase mencatat mola dapat berenang menggunakan sirip dorsal dan anal secara bersamaan serta melakukan pergerakan aktif. Ikan ini juga dapat berada di permukaan dalam posisi miring atau menyelam ke kedalaman tertentu.
Jadi, ikan yang terlihat diam di permukaan tidak otomatis berarti sedang sekarat.
Mengapa Ikan Mola Mola Disebut Ikan Bodoh?
Istilah “ikan mola mola bodoh” populer di internet karena bentuk tubuh dan perilakunya terlihat aneh jika dibandingkan dengan ikan lain.
Ada meme yang menggambarkan sunfish sebagai ikan yang bodoh, tidak efisien atau seperti “salah desain”.
Namun, tidak ada dasar ilmiah yang cukup untuk menyimpulkan bahwa Mola mola merupakan ikan paling bodoh di laut.
Ukuran otak, bentuk tubuh atau perilaku yang terlihat aneh bagi manusia tidak dapat digunakan begitu saja untuk mengukur kecerdasan suatu spesies.
Mola Mola Punya Kemampuan Apa?
Sunfish mampu melakukan pergerakan aktif, melakukan penyelaman vertikal dan mencari makanan pada kedalaman tertentu.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pola makan sunfish jauh lebih kompleks daripada anggapan bahwa hewan ini hanya mengambang dan menunggu makanan. Analisis isi makanan bahkan menunjukkan variasi organisme yang dimakan.
Karena itu, istilah “ikan bodoh” lebih tepat dianggap sebagai julukan populer atau humor internet, bukan klasifikasi ilmiah.
Apakah Ikan Mola Mola Bisa Dimakan?
Pertanyaan apakah ikan mola mola bisa dimakan perlu dijawab dengan sangat hati-hati.
FishBase mencatat Mola mola memiliki catatan sebagai ikan yang dapat mengandung racun dan mencantumkan peringatan “poisonous to eat”.
Di sisi lain, penelitian mengenai Mola spp. di Portugal tidak menemukan tetrodotoxin atau analognya pada sampel jaringan otot putih dan hati yang diuji. Peneliti juga menjelaskan bahwa data toksisitas pada sunfish masih memiliki keterbatasan.
Artinya, tidak tepat menyimpulkan bahwa semua mola pasti beracun dalam kadar tertentu, tetapi juga tidak aman menjadikan hasil penelitian terbatas sebagai alasan untuk mengonsumsi ikan tersebut.
Apakah Mola Mola Aman Dimakan?
Untuk wisatawan, jawabannya sederhana: jangan menangkap atau mengonsumsi mola yang ditemui di Nusa Penida.
Selain persoalan keamanan pangan dan ketidakpastian kandungan racun antarspesies, satwa ini memiliki nilai ekologis dan merupakan salah satu daya tarik utama kawasan penyelaman Nusa Penida.
Jika kamu menemukan mola saat diving, tindakan yang tepat adalah mengamati dari jarak aman dan membiarkan ikan tersebut berenang tanpa gangguan.
Bagaimana Cara Melihat Mola Mola dengan Aman?
Melihat mola dari dekat merupakan pengalaman yang menarik, tetapi aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan keselamatan manusia dan satwa.
Perairan Nusa Penida memiliki sejumlah lokasi dengan arus yang kuat. Indonesia Travel bahkan menjelaskan bahwa beberapa lokasi diving di Nusa Penida hanya cocok untuk penyelam berpengalaman karena kondisi arus dan mikroklimat.
Jika kamu ingin mencari mola, beberapa prinsip berikut penting diperhatikan:
Gunakan operator diving yang berpengalaman di Nusa Penida.
Ikuti arahan dive guide.
Jangan mengejar mola.
Jangan menyentuh tubuh atau sirip ikan.
Jangan menghalangi jalur renangnya.
Jangan menggunakan flash secara berlebihan.
Jaga jarak dari cleaning station.
Perhatikan arus dan kondisi laut.
Jangan memaksakan penyelaman hanya demi mendapatkan foto.
Pastikan kemampuan diving sesuai dengan lokasi penyelaman.
Mengapa Tidak Boleh Menyentuh Mola?
Mola merupakan satwa liar, bukan hewan yang sengaja mendekati manusia untuk berinteraksi.
Menyentuh atau mengejar ikan dapat mengubah perilakunya dan berpotensi menyebabkan stres.
Bagi penyelam sendiri, terlalu fokus mengejar ikan juga dapat membuat perhatian terhadap kedalaman, udara, arus dan posisi kelompok berkurang.
Karena itu, pengalaman terbaik justru sering kali datang ketika penyelam membiarkan mola bergerak secara alami.
Mola Mola Nusa Penida dan Konservasi
Keberadaan mola menjadi bagian penting dari daya tarik ekowisata Nusa Penida.
Namun, popularitas tersebut juga perlu diimbangi dengan perilaku wisata yang bertanggung jawab.
Kajian IUCN terhadap kelompok Molidae menyoroti ancaman bycatch, perubahan lingkungan, kesenjangan data ilmiah dan kebutuhan pengelolaan konservasi yang lebih baik.
Untuk Mola mola sendiri, FishBase menampilkan status global Vulnerable berdasarkan penilaian IUCN yang tercatat dalam basis datanya.
Karena taksonomi dan data populasi terus berkembang, informasi mengenai spesies dan status konservasi sebaiknya selalu merujuk pada sumber ilmiah terbaru.
Apa yang Bisa Dilakukan Wisatawan?
Wisatawan memiliki peran sederhana tetapi penting dalam menjaga habitat mola.
Kamu bisa membantu dengan memilih operator yang menerapkan prinsip responsible diving, tidak menyentuh satwa, tidak membuang sampah ke laut dan mengikuti aturan kawasan konservasi.
Foto juga sebaiknya menjadi dokumentasi, bukan alasan untuk mengejar atau mengganggu satwa.
Perbedaan Mola Mola dan Mola Alexandrini
Bagi pembaca awam, istilah Mola mola dan Mola alexandrini memang mudah membingungkan.
Keduanya sama-sama termasuk keluarga Molidae dan memiliki bentuk tubuh yang sangat mirip. Namun, keduanya merupakan spesies berbeda.
| Perbandingan | Mola mola | Mola alexandrini |
|---|---|---|
| Nama umum | Ocean sunfish | Giant/bump-head sunfish |
| Famili | Molidae | Molidae |
| Ukuran maksimum yang tercatat di FishBase | Sekitar 333 cm; 1,3 ton | Sekitar 330 cm; 2,3 ton |
| Ciri tubuh | Clavus lebih bergelombang | Clavus membulat |
| Populer di Bali | Sering digunakan sebagai nama umum | Spesies yang paling sering diidentifikasi di Nusa Penida |
| Status data | Tercatat secara global | Populasi Nusa Penida banyak dikaji |
Data ukuran berasal dari FishBase, sedangkan identifikasi populasi Nusa Penida didukung penelitian morfologi dan genetik.
Jadi, jika kamu membaca artikel wisata yang menyebut “Mola Mola Nusa Penida”, jangan langsung menganggap istilah tersebut selalu merujuk pada nama ilmiah Mola mola.
Dalam konteks wisata Bali, “Mola Mola” sudah menjadi istilah populer untuk giant sunfish yang dicari para penyelam.
Ringkasan Fakta Mola Mola Nusa Penida
Jika kamu hanya membutuhkan jawaban singkat, berikut rangkumannya:
Mola Mola adalah sebutan populer untuk ikan matahari raksasa.
Ikan yang paling sering dijumpai di sekitar Nusa Penida secara ilmiah lebih banyak diidentifikasi sebagai Mola alexandrini.
Nusa Penida merupakan salah satu kawasan terkenal untuk melihat sunfish di Bali.
Crystal Bay menjadi salah satu lokasi populer untuk mencari mola.
Musim kemunculan yang sering disebut adalah sekitar Juli hingga Oktober.
Mola dapat tumbuh lebih dari 3 meter.
Mola alexandrini dapat memiliki bobot lebih dari 2 ton.
Mola mola dikenal memiliki fekunditas yang sangat tinggi, dengan estimasi sekitar 300 juta telur pada betina tertentu.
Mola tidak hanya memakan ubur-ubur.
Sebutan “ikan bodoh” merupakan julukan populer, bukan kesimpulan ilmiah tentang kecerdasan.
Mola bukan ikan yang sebaiknya ditangkap atau dikonsumsi wisatawan.
Aktivitas diving untuk mencari mola harus mengikuti kondisi laut dan arahan operator profesional.
FAQ Mola Mola Nusa Penida
Kapan musim Mola Mola Nusa Penida?
Periode yang paling sering dikaitkan dengan kemunculan mola di Nusa Penida adalah Juli hingga Oktober. Indonesia Travel juga mencatat mola lebih sering terlihat pada periode Juli-Oktober.
Di mana tempat melihat Mola Mola di Nusa Penida?
Crystal Bay merupakan salah satu lokasi yang paling terkenal untuk mencari mola. Beberapa lokasi penyelaman lain di sekitar Nusa Penida dan Nusa Lembongan juga memiliki catatan perjumpaan dengan sunfish.
Apakah Mola Mola Nusa Penida benar-benar Mola mola?
Tidak selalu. Penelitian menunjukkan bahwa sunfish yang paling sering dijumpai penyelam di Nusa Penida lebih banyak merupakan Mola alexandrini. Istilah Mola Mola tetap digunakan secara populer oleh wisatawan dan operator diving.
Seberapa besar ikan Mola Mola?
Mola mola dapat mencapai sekitar 333 cm dan berat maksimum yang dipublikasikan sekitar 1,3 ton. Mola alexandrini memiliki catatan berat yang lebih besar, sekitar 2,3 ton dalam data FishBase.
Ikan mola mola sekali bertelur berapa butir?
Estimasi yang sering dikutip mencapai sekitar 300 juta telur pada betina Mola mola tertentu. Namun, angka tersebut tidak berarti setiap proses pemijahan selalu menghasilkan tepat 300 juta telur.
Apakah ikan mola mola gampang mati?
Tidak tepat menyebut mola sebagai ikan yang gampang mati. Di alam, ikan ini mampu melakukan penyelaman dan perpindahan aktif. Namun, sunfish memiliki tantangan konservasi seperti bycatch dan diketahui tidak beradaptasi dengan baik dalam penangkaran.
Mengapa ikan mola mola disebut bodoh?
Julukan tersebut berasal dari meme dan persepsi populer terhadap bentuk serta perilakunya yang terlihat aneh. Tidak ada dasar ilmiah yang cukup untuk menyatakan bahwa mola merupakan ikan paling bodoh.
Apakah ikan mola mola bisa dimakan?
Mola memiliki catatan toksisitas dalam basis data FishBase, sehingga tidak sebaiknya dianggap sebagai ikan konsumsi yang aman. Penelitian tentang toksin pada Mola spp. juga masih menunjukkan adanya keterbatasan data.
Apakah Mola Mola bisa ditemukan di Nusa Lembongan?
Ya. Sunfish juga tercatat di sejumlah lokasi penyelaman sekitar Nusa Lembongan dan kawasan Nusa Islands. Namun, kemunculannya tetap bergantung pada musim dan kondisi laut.
Apakah Mola Mola bisa disentuh saat diving?
Sebaiknya tidak. Biarkan mola berenang secara alami dan jaga jarak aman. Menyentuh atau mengejar satwa dapat mengganggu perilakunya dan juga membuat penyelam kehilangan fokus terhadap keselamatan dirinya.
Kesimpulan
Mola Mola Nusa Penida menjadi salah satu daya tarik bawah laut paling unik di Bali karena ukurannya yang luar biasa, bentuk tubuhnya yang tidak biasa dan kemunculannya yang bersifat musiman.
Periode Juli hingga Oktober sering menjadi waktu yang paling banyak dikaitkan dengan musim mola di Nusa Penida. Crystal Bay menjadi salah satu lokasi populer, meski kemunculan satwa liar tidak pernah bisa dijamin pada setiap penyelaman.
Hal yang juga penting diketahui adalah soal nama spesies. Ikan yang populer disebut Mola Mola Nusa Penida ternyata lebih banyak diidentifikasi sebagai Mola alexandrini berdasarkan penelitian morfologi dan genetik, meskipun istilah “Mola Mola” sudah telanjur menjadi nama populer di dunia wisata selam Bali.
Dari sisi biologis, sunfish merupakan ikan yang luar biasa. Ukurannya bisa lebih dari 3 meter, betinanya mampu menghasilkan estimasi telur hingga ratusan juta, dan pola makannya ternyata lebih beragam daripada sekadar ubur-ubur.
Karena itu, jika kamu berkesempatan melihat mola saat diving di Nusa Penida, anggap pengalaman tersebut sebagai kesempatan mengamati satwa liar dari jarak aman. Jangan mengejar, menyentuh atau mengganggunya demi foto.
Catatan editorial: informasi mengenai musim kemunculan, kondisi arus, visibilitas, lokasi perjumpaan, aturan kawasan konservasi dan operasional operator diving dapat berubah. Selalu periksa kondisi laut dan ikuti arahan dive guide sebelum melakukan aktivitas penyelaman.